All for Joomla All for Webmasters
Artikel
25
Apr

Penyakit Katarak

Post in Blog
by Humas

DR. FADJAR. SPM

Dr. Fadjar SN Soebali. SpM

PENYAKIT KATARAK

      Salah satu kerusakan pada mata yang ditandai dengan adanya kekeruhan pada lensa mata. Variasi kekeruhan tergantung tingkat kerusakan akibat katarak. biasanya berlangsung perlahan-lahan dan menyebabkan gangguan penglihatan (kabur) bahkan berpotensi menyebabkan kebutaan jika kekeruhan pada lensa terlalu tebal sehingga menghalangi jalan masuknya cahaya.

 

PENDERITA KATARAK DI INDONESIA

      Katarak adalah penyebab utama kebutaan di dunia. Katarak juga dapat terjadi pada bayi dan anak-anak (katarak anak-anak), meski kemungkinannya sangat kecil. Penyakit ini umumnya ditemukan pada orang-orang lanjut usia dan dikenal sebagai katarak manula. Di Indonesia, diperkirakan terdapat sekitar 210.000 penderita baru yang muncul setiap tahun. Dan lebih dari 50% kebutaan di Indonesia disebabkan oleh katarak.

      Menurut data WHO sekitar 48 % kebutaan disebabkan oleh katarak. Penyakit ini lebih dominan terjadi pada usia lanjut. Berbagai penelitian pun dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab dan metode pengobatan yang tepat untuk katarak.

Di indonesia sendiri penyakit ini menjadi sorotan berbagai lembaga yang ikut berpartisipasi dalam penangan katarak. 

Apa saja faktor yang menyebabkan katarak? berikut pembahasan selengkapnya.

 

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KATARAK

  1. Katarak bisa disebabkan oleh paparan radiasi dan sinar UV langsung pada mata dalam waktu yang lama.
  2. Faktor usia merupakan penyebab utama penyakit ini. Ini dibuktikan dengan manyoritas penderita penyakit ini adalah mareka yang berusia lanjut.
  3. Faktor genetik dari riwayat keluarga juga mempengaruhi. Namun ini spekulasi dan belum dibuktikan dengan penelitian lanjutan.
  4. Akibat trauma fisik pada mata seperti pernah adanya kecelakaan pada mata.
  5. Penyakit yang Mendukung sepeti diabetes dan tekanan darah tinggi.
  6. Cacat bawaan dari lahir. Dan penyebab lain yang belum diketahui. Bagaimana cara mengetahui tanda dan gejala katarak? Simak pembahas selanjutnya dibawah.

 

TANDA DAN GEJALA KATARAK

  1. Adanya kekeruhan pada lensa mata. Kekeruhan biasa tergantung tingkat derajat penyakit. Mulai dari kekeruhan kecil lama-lama semakin membesar
  2. Pandangan menjadi kabur dan ada bayangan di penglihatan (buram).
  3. Membutuhkan cahaya yang banyak untuk melihat. Pada malam hari penglihatan jadi berkurang.
  4. ketajaman pengelihatan berkurang, sensitivitas kontras hilang sehingga kontur dan warna bayangan kurang jelas karena cahaya tersebar akibat katarak.

 

LANGKAH PENGOBATAN KATARAK PADA MANULA

  • Kacamata dan lampu yang lebih terang mungkin bisa membantu katarak yang ringan. Meski demikian, katarak akan berkembang seiring waktu dan akhirnya penderita akan membutuhkan operasi, Satu-satunya langkah pengobatan yang terbukti paling efektif adalah operasi. Efek penyembuhan dari operasi akan sangat signifikan, terutama bagi penderita dengan kondisi katarak yang sudah menghambat kegiatan sehari-hari, Dalam operasi katarak, lensa yang keruh akan diangkat dan digantikan dengan lensa plastik bening. Operasi tersebut biasanya dilakukan dengan pembiusan lokal agar mata Anda menjadi mati rasa. Usai operasi, dokter umumnya akan menganjurkan penggunaan dua jenis obat tetes mata. Obat tetes yang mengandung antibiotik untuk mencegah infeksi dan yang mengandung steroid guna mengurangi pembengkakan.
  • Di samping penggunaan obat tetes mata, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda hindari selama masa pemulihan. Hal ini dilakukan guna mencegah infeksi maupun komplikasi. Aktivitas-aktivitas yang harus dijauhi tersebut meliputi menggosok mata, berenang, aktivitas fisik yang berat (seperti menggendong anak atau menggeser perabotan), serta menggunakan kosmetik pada mata (misalnya, eyeliner atau eyeshadow). Anda juga perlu berhati-hati menjaga kebersihan mata saat berada di tempat yang berangin dan berdebu serta saat keramas.
  • Meski pemulihan dari operasi akan membutuhkan beberapa waktu (dari beberapa hari hingga minggu), hampir semua orang yang menjalaninya akan merasakan peningkatan pada penglihatan mereka. Penderita biasanya bisa kembali melakukan rutinitas secara normal dalam waktu dua minggu setelah operasi. Pemakaian kacamata juga mungkin akan diperlukan untuk membantu penglihatan jauh atau dekat. Sama halnya jika Anda telah berkacamata, ukuran lensa bisa berubah. Disarankan untuk menunggu pemulihan sampai selesai sebelum membuat kacamata baru.
  • Operasi dilakukan dengan alat Fakoemulsifikasi dimana masa luka dihancurkan dengan gelombang Ultrasone lalu disedot keluar dengan dipasang lensa lentur yang bisa dilipat .Sebagai luka sayatan menjadi lebih kecil (semula perlu sayatan 5-6 mm menjadi kurang lebih 2,75 mm).
smudgy