All for Joomla All for Webmasters
Artikel

KEHAMILAN

Kehamilan merupakan suatu fase yang ditunggu oleh pasangan suami istri karena melalui fase ini mereka akan mempunyai seorang buah hati pelengkap kehidupan mereka. Karena pentingnya fase tersebut banyak sekali penelitian dilakukan agar bisa meminimalisir hal-hal yang membahayakan kehamilan dan bisa memberikan dukungan terbaik bagi proses kehamilan.

 

Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uterine mulai sejak konsepsi sampai dengan permulaan persalinan. Lamanya kehamilan normal adalah 280 hari (40 minggu) 9 bulan 7 hari (dihitung dari hari pertama haid terakhir).

KESUBURAN REPRODUKSI

Kesuburan reproduksi adalah kemampuan untuk menghasilkan si buah hati, kesuburan membutuhkan sperma yang kuat dari seorang pria agar berhasil berenang kearah sel telur dan kemudian menempelkan diri pada lapisan Rahim.

 

dr. Iwan Darmawan, Sp.OG

 

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENDAPATKAN SI BUAH HATI

 

1. Faktor Sperma (Suami)

Yang perlu diperhatikan untuk faktor sperma adalah:

a. Apakah jumlahnya cukup banyak

b. Apakah gerakannya cukup aktif

c. Apakah bentuknya normal / tidak

Jika ketiga hal diatas bermasalah, maka kita akan mengobati akar permasalahannya.

Jika analisa sperma normal, maka kita akan lanjutkan ke faktor wanita (Istri).

2. Faktor Wanita (Istri)

a. Mulut Rahim

b. Rahim

c. Saluran Telur

d. Indung Telur

 

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESUBURAN WANITA (ISTRI)

A. Mulut Rahim (Cervix)

Infeksi, biasanya ditandai dengan gejala keputihan sehingga jika wanita dengan keputihan harus diwaspadai terjadinya infeksi, bisa bakteri, infeksi jamur, dll.

Adapun keluhan tersebut, ditandai dengan keputihan yang gatal dan berbau. Infeksi bakteri sangat erat berhubungan dengan kasus Infertilitas adalah clamidia, dimana reaksi infeksi clamidia tersebut bisa menyebabkan penyumbatan dari tuba falopi (saluran tuba). Pengaruh infeksi diatas menyebabkan hambatan transportasi dari sperma.

B. Rahim (Uterus)

Yang diperhatikan dari Rahim adalah ada atau tidaknya mioma / benjolan, dimana mioma itu terdiri dari 3 jenis:

1. Mioma intramural (Mioma yang berada didalam otot rahim)

2. Mioma Submucos (Mioma yang berada dirongga rahim)

3. Mioma Subserosa (Mioma yang menempel diluar rahim)

Dari ke-3 jenis ini yang sangat berpengaruh terhadap infertilitas seseorang adalah adanya Mioma Submucos (mioma yang berada dirongga rahim).

Dimana jika terjadi mioma tersebut implantasi (menempelnya janin pada dinding rahim) itu sulit terjadi oleh karena terhalang oleh mioma tersebut.

Factor rahim yang tidak kalah pentingnya adalah ketebalan dan ketipisan dinding rahim. Idealnya ketebalan dinding Rahim itu tidak terlalu tebal atau tidak terlalu tipis. Jika terlalu tipis maka buah kehamilan yang sudah terjadi akan sulit menempel pada dinding rahim. Sebaliknya jika dinding rahim terlalu tebal maka akan rapuh dan mudah terjadi pendarahan yang sering terjadi sehingga kehamilan sulit terjadi.

C. Saluran Tuba (Tuba Fallopi)

Saluran tuba ini merupakan sarana transportasi untuk terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur. Jika saluran tuba ini buntu maka kehamilan spontan sulit terjadi, sehingga faktor tuba sangat penting untuk terjadinya kehamilan secara alami (spontan).

Telah dijelaskan pada bagian sebelumnya biasanya faktor tersering penyebab buntunya saluran tuba adalah infeksi bakteri (misalnya: Clamidia Trachomatis).

D. Indung Telur (Ovarium)

1. Yang sering mempengaruhi kesuburan wanita dari faktor indung telur adalah terjadinya kista dan dari sekian banyak yang paling sering menyebabkan kesuburan berkurang adalah Kista Cokelat. Mengapa Kista Cokelat lebih sering mengakibatkan kesuburan menurun? karena Kista Cokelat menyebabkan perlengketan bukan hanya diindung telur tetapi terhadap saluran tuba dan dinding rahim juga bisa terjadi proses yang sama yaitu pada proses transportasi sperma dan sel telur pada saluran telur ke dinding rahim menjadi sulit.

2. Yang paling penting dari indung telur adalah apakah sel telur dari wanita tersebut bisa matang dan bisa pecah (ovulasi) dari indung telur, karena jika terjadi ovulasi maka sel telur dapat dibuahi oleh sel sperma disaluran tuba. Dan jika sel telur tidak bisa matang dan tidak pernah bisa pecah (ovulasi), maka dapat dicurigai suatu penyakit yang disebut Polycistic Ovarium (PCO). Dimana keadaan sel telur tidak pernah bisa matang sampai kapanpun dan biasanya ditandai dengan gejala terlambat haid mulai dari beberapa minggu atau sampai berbulan-bulan tidak haid. Penyebab PCO (telur kecil-kecil) ini ada beberapa penyebab, oleh karena itu untuk lebih pastinya perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium. Setelah PCO diketahui maka kita akan mengobati berdasarkan penyebab tersebut.

 

Anda ingin memiliki si buah hati ???

Apakah anda memiliki keluhan/masalah seperti diatas ???

Periksakan keluhan Anda, kami siap membantu.

smudgy